Tinggalkan Saja MU, Rashford

Marcus Rashford kembali menunjukkan potensinya di tim nasional Inggris, saat mencetak gol kemenangan atas Swiss. Tapi di klub, dia masih dikesampingkan.


Rashford mencetak gol tunggal kemenangan Inggris dalam laga uji coba melawan Swiss di King Power Stadium, Rabu (12/9) dinihari WIB.


Ini gol keduanya secara beruntun bersama tim 'Tiga Singa', setelah sebelumnya bikin satu gol saat Inggris kalah 1-2 dari Spanyol di UEFA Nations League.


Dalam dua pertandingan tersebut, Rashford dimainkan sebagai penyerang tengah. Di partai lawan Spanyol, pemain Manchester United tersebut diduetkan dengan Harry Kane, lalu saat melawan Swiss berdampingan dengan Danny Welbeck.


Rashford dinilai menunjukkan kemampuan terbaiknya di posisi tersebut. Namun persoalannya, cerita berbeda terjadi di klub.


Rashford lebih kerap dimainkan Manajer MU Jose Mourinho di posisi penyerang sayap, untuk mengakomodasi Romelu Lukaku. Bahkan di posisi tersebut, Rashford juga belum pernah bermain penuh.


Penyerang 20 tahun itu baru tiga kali bermain di musim ini. Sekali jadi penyerang tengah dan dua kali jadi penyerang sayap. Dia masuk sebagai pengganti saat diturunkan sebagai penyerang sayap. Sementara ketika diturunkan jadi penyerang tengah, Rashford jadi starter namun ditarik keluar di awal babak kedua.


Eks bek timnas Inggris Jamie Carragher menilai Rashford harus pergi dari MU demi bisa memenuhi potensinya. Untuk jadi penyerang tengah kelas dunia, dia perlu bermain rutin dari pekan ke pekan.


"Haruskah dia meninggalkan United? Saya rasa begitu. Apakah dia cukup bagus untuk menggantikan Lukaku? Apakah Rashford cukup bagus untuk menjadi penyerang tengah Manchester United, untuk mereka mencoba memenangi Premier League atau Liga Champions? Mungkin tidak," kata Carragher dikutip Sky Sports.


"Ini sudah sampai di tahap di mana Anda ingin bermain tiap pekan. Akankah dia menjadi pemain reguler Inggris atau penyerang tengah Manchester United yang sesungguhnya saat Anda tahu, ketika dia tak masuk tim yang dipilih tiap pekannya? Apakah dia bakal sampai tahap itu?"


"Di posisi itu, Anda harus jadi pemain kelas dunia. Rashford belum sampai level itu, tapi mungkin mencapainya di usia 23 atau 24, seperti yang telah dilakukan Lukaku. Dia tampak seperti salah satu penyerang terbaik di dunia," imbuhnya.